Minggu, 02 Desember 2012


TUGAS BHS INGGRIS (menerjemahkan)

METODE  ILMIAH
Tujuan  dari semua  upaya  ilmiah  adalah menjelaskan, memperkirakan dan atau pengendalian kejadian. Tujuan ini  didasarkan pada anggapan bahwa semua perilaku dan kejadian berlaku  tertib dan  tujuan itu berefek  pada   kasus  yang ditemukan.
Kemajuan    tujuan ini meliputipenguasaan pengetahuan,  pengembangan dan uji  teori-teori.Keberadaan teori ini memfasilitasi kemajuan ilmiah denganmenjelasanfenomena-fenomena secara simultan. Dibandingan dengan sumber  pengetahuan lain seperti pengalaman, kewenangan, penalaran induktif dan penalaran deduktif. Penerapan dari metode  ilmiahini adalah  pembuktian keniscayaan yang paling efisien dan dapat diandalkan.Beberapa  masalah  terkait dengan pengalaman dan kewenangan  sebagai sumber pengetahuan dilustrasikan secara grafik dengan cerita tentang Aristoteles. Menurut   cerita ini, suatu hari Aristoteles menangkap seekor lalat dan  dihitung dengan hati-hati dan dihitung kembali kaki-kaki lalat tersebut.
Dia kemudian mengumumkan bahwa  lalat-lalat  memiliki 5 kaki. Tidak ada seorangpun mempertanyakan perkataan Aristoteles. Selama bertahun-tahun penemuan ini  telah diterima tanpa ada protes. Tentu saja lalat  yang ditangkap Aristoteles baru saja kehilangan sebuah kaki. Anda percaya  atau tidak cerita ini, cerita ini menggambarkan keterbatasan dari menghandalkan pengalaman seseorangdan kewenangan  sebagai  sumber pengetahuan yang lain.
Kedua penalaran induktif dan deduktif juga memiliki nilai keterbatasan  ketika  digunakan secara khusus. Penalaran induktif melibatkan formulasi umum berdasar pada pengamatan dalam jumlah terbatas dan kejadian tertentu/khusus.
CONTOH: Setiap  buku  penelitian itu  mengkaji tentang bab Sampling.                                                     Karena itu semua buku penelitian terdiri dari bab Sampling.
Penalaran deduktif  menekankan pada proses balikan ( proses berbalik)  dari  yang  khusus  menuju  yang  umum.
CONTOH: Semua buku penelitian terdiri dari bab Sampling.                                                           Ini adalah sebuah buku penelitian.                                                              
                    Karena itu buku ini terdiri dari sebuah bab Sampling.
Meskipun kedua pendekatan/penalaran  itu  tidak  sepenuhnya memuaskan, namun digunakan bersama sebagai komponen yg terintegrasi dalam metode ilmiah, kedua penalaran itu  sangat  efektif.Pada dasarnya metode ilmiah melibatkan induksi hipotesis berdasarkan pada pengamatan, pengurangan implikasi hipotesis, pengujian implikasi dan konfirmasi atau tidak konfirmasi pada hipotesis.
Metode ilmiah adalah proses  yang  sangat   teratur yang melibatkan sejumlah langkah berurutan, pengenalan dan definisi masalah, perumusan hipotesis, pengumpulan data, analisa data, pernyataan kesimpulan tentang konfirmasi atau diskonfirmasi dari hipotesis.
langkah ini dapat diterapkan secara informal dalam pemecahan masalah sehari-hari seperti menentukan rute yang paling efisiendari rumah ke tempat kerja atau sekolah, waktu terbaik untuk menuju antrian di bank, atau  menentukan jenis  terbaik dari kalkulator  yang  ingin dibeli. Penerapan yang lebih formal dari metode ilmiah adalah  untuk mencari penyelesaian pada semua masalah yang terkait dengan penelitian.
Penerapan  Metode Ilmiah dalam Pendidikan
Penelitian adalah penerapan sistematis formal dari metode ilmiah untuk menyelesaikan masalah; penelitian pendidikan adalah penerapan sistematis formal dari metode ilmiah untuk menyelesaikan masalah pendidikan. Tujuan penelitian pendidikan seiring dengan tujuan semua ilmu yaitu untuk menjelaskan, memprediksi, dan atau  mengontrol fenomena pendidikan.  Perbedaan utama antara penelitian pendidikan dan penelitian ilmu lain adalah dasar dari fenomena yang dipelajari. Akan sedikit lebih sulit untuk menjelaskan, memprediksi, dan mengontrol keadaan yang menyangkut manusia  yang  merupakan oranisme  paling komplek. Ada banyak variable, diketahu dan tidak diketahui, yang diterapkan dalam  setiap lingkungan pendidikan yang  sangat sulit untuk digeneralisasi atau dibahas temuannya.  Jenis control yang ketat yangt diterapkan pada laboratorium kimia sebenarnya tidak mungkin diterapkan pada penataan pendidikan.Pengamatan juga lebih sulit dalam penelitian pendidikan. Pengamat bisa saja berlaku subyektif dalam merekam tingkah-laku obyek dan orang  yang diamati  bisa saja bertingkah laku tidak sesungguhnya hanya karena mereka sedang diamati. Pengukuran yang valid juga lebih sulit  dalam penelitian pendidikan, kebanyakan pengukuran dilakukan secara tidak langsung; tidak ada intrumen yang dapat dipakai untuk membandingkan sebagai barometer untuk mengukur kecerdasan, prestasi atau sikap. Ingatlah bahwa tujuan pendidikan bukan untuk membuat kasus demi pembuktian keyakinan itu  adalah tujuan dari pembuatan makalah, atau untuk membuktian niali angka. Penelitian adalah pertanyaan yang obyektif dan focus untuk menemuan yang dapat dibahas.
Barangkali kesulitan dan kerumitan penelitian pendidikan itulah yang membuatnya menjadi hal yang menantang dan meyenangkan walaupun peneliti itu digambarkan sebagai orang tua berkacamata dan membungkuk dengan beban  yang berat, terus menerus menambahkan zat kimia ke dalam tabung kimia, setiap hari ribuan orang dari segala umur bentuk dan ukuran melakukan penelitian pendidikan dalam berbagai macam hal. Setiap tahun jutaan dolar dihabiskan dalam penelitian pengetahuan yang berhubungan dengan proses belajar mengajar. Penelitian pendidikan telah memberikan kontribusi  banyak temuan yang berhubungan dengan prinsip tingkah laku, pembelajaran, daya ingat. Sebagai tambahan kontibusi yang signifikan telah diberikan  sehubungan dengan kurikulum, instruksi, materi instruksional, disain, pengukuran, dan analisis. Baik penelitian kuantitatif  maupun kualitatif  sangat  menarik. Hal ini sebagian karena  para peneliti yang terlatih lebih baik. Sesungguhnya, banyak  lulusan program pendidikan dalam bidang  yang berbeda seperti pendidikan jasmani, pendidikan seni, pendidikan bahasa inggris, saat ini memerlukan pelatihan dalam penelitian untuk semua siswa.
Langkah-langkah yang termasuk dalam penelitian pendidikan harus familier karena merka secara langsung berkaitan dengan langkah-langkah metode ilmiah:
1.      Pemilihan dan definisi masalah. Suatu masalah adalah sebuah hipotesis atau pertanyaan pendidikan yang dapat diuji atau dijawab melalui pengumpulan dan analisis data.
2.      Pelaksanaan prosedur penelitian. Prosedur meliputi pemilihan subyek dan atau pengembangan instumen pengukuran. Disain penelitian mengarahkan ke perluasan prosedur spesifik yang termasuk kedalam penelitian.
3.      Analisis data. Analisis data biasanya meliputi penerapan  satu atau lebih teknik statistic. Data dianalisis dengan cara  yang memungkin peneliti menguji hipotesis penelitian atau menjawab pertanyaan penelitian.
4.      Menyatakan kesimpulan. Kesimpulan didasarkan pada hasil analisis data. Kesimpulan harus dinyatakan dalam istilah  hipotesis awal   atau pertanyaan. Kesimpulan harus   menunjukan, sebagai contoh, apakah hipotesis penelitian  mendukung atau tidak mendukung.
Dalam sebuah laporan penelitian, seperti sebuah artikel  yang diterbitkan di sebuah jurnal langkah-langkah ini harus dapat terbaca jika laporan  ditulis dengan baik. Masalah biasanya akan disajikan dalam pernyataan-pernyataan yang dimulai dengan frase seperti “tujuan dari penelitian ini adalah untuk…” dan “dihipotesiskan bahwa….”. Bagian-bagian prosedur dari laporan bisa jadi sangat panjang dan terperinci, tetapi ada langkah utama tertentu yang dapat diidentifikasi, seperti jumlah dan karateristik subyek (sample), diskripsi dari instrumen pengukuran termasuk ketika penelitian itu dilakukan (apakah ada pre-test), dan diskripsi dari perlakuan group, jika memungkinkan. Teknik analisis data biasanya mudah untuk diidentifikasi;  biasanya disajikan dalam pernyataan yang meliputi frase seperti “ data dianalisis menggunkan …..”  atau  “ sebuah…..digunakan untuk mengaanalisis data….”. Kesimpulan biasanya  dinyatakan seperti itu  juga. Ketika beberpa kesimpulan disajikan paling tidak salah satunya harus  berkaitan langsung dengan hipotetsis awal. Pernyataan-pernyataan seperti “disimpulkan bahwa penelitian lanjutan dibidang ini sangat diperlukan” itu  bagus tetapi tidak mewakili kesimpulan utama dari penelitian. Penelitian lanjutan selaludiperlukan !
Studi penelitian dapat diklasifikasikan dalam sejumlah cara. Dua pendekatan utama adalah untuk mengklasifikasi  dari  tujuan  dan mengklasifikasi  dari  metode. Ketika tujuan adalah  kreteria klasifikasi  semua  studi penelitian  digolongkan  menjadi  satu  dari  lima  katagori: penelitian dasar, penelitian aplikasi/terapan, penelitian evaluasi, penelitian dan pengembangan, atau penelitian tindakan. Metode penelitian mengacu pada seluruh strategi  yang dilakukan  dalam mengumpulkan dan menganalisis  data; strategi  mengacu pada disain penelitian. Bahkan menggunakan metode penelitian sebagai  kreteria  dapat  mengarah pada beberapa skema klasifikasi yang  berbeda. Bagaimanapun ada 5  jenis  atau  metode penelitian  yang berbeda: sejarah,diskriptif, korelasi, sebab-perbandingan, dan eksperimen.

Klasifikasi Penelitian dengan Tujuan
Klasifikasi penelitian dengan tujuan  berdasarkan terutama pada tingkat yang mana penemuan  mempunyai  penerapan  langsung dan tingkat yang mana klasifikasi dapat digeneralisasi ke situasi pendidikan lainnya. Kedua kreteria ini adalah fungsi dari control penelitian yang dilatihkan selama pelaksanaan penelitian. Penelitian dasar meliputi  pengembangan teori; penelitian terapan berkaitan dengan penerapan teori  penyelesaian masalah; penelitian evaluasi meliputi  pembuatan keputusan  yang menyangkut  hubungan  yang  bernilai  dari  2 atau  lebih tindakan  alternative; penelitian dan pengembangan  ditujukan pada pengembangan  hasil-hasil  yang efektif  yang dapat  digunakan disekolah; dan penelitian tindakan  berkaitan dengan solusi  yang  bersifat  segera  pada masalah-masalah  lokal.

Penelitian dasar  vs Penelitian Terapan
Saangat  sulit untuk mendiskusikan penelitian dasar  dan penelitian  terapan secara  terpisah, karena keduanya sebenarnya satu rangkaian kesatuan. Tetapi ada penolakan,  sehubungan  dengan  akhir rangkaian kesatuan penelitian pendidikan mana yang harus dilakukan. Dalam bentuk aslinya, penelitian dasar dilaksanakan semata-mata  untuk  tujuan teori pengembangan dan perbaikan. Penelitian dasar  tidak  terkait  dengan penerapan praktis  dan sangat mirip  dengan kondisi  laboratorium dan control  biasanya  disesuaikan dengan penelitian ilmiah. Penelitian terapan, seperti namanya  dilaksakan  untuk tujuan menerapkan atau  menguji  teori  dan mengevaluasi  manfaat  dalam menyelesaikan masalah-masalah pendidikan. Benar atau  salah  sebagian besar  studi  penelitian pendidikan diklasifikasikan pada akhir rangkaian  yang  diterapkan; lebih berkaitan dengan ”apa” disbanding “mengapa”. Penelitian dasar  terkait dengan menetapkan prinsip-prinsip umum pembelajaran; penelitian terapan berkaitan dengan  manfaat  pengelolaan pendidikan. Sebagai contoh  banyak  penelitian dasar banyak dilakukan  dengan binatang untuk  menentukan  prinsip-prinsip penguatan dan akibat dalam pembelajaran. Penelitian terapan  telah menguji  prinsisp-prinsip ini untuk menentukan keefektifannya  dalam meningkaatkan pembelajaran  (instruksi  yang  terprogram) dan tingkah laku ( modifikasi  tingkah laku). Beberapa  penelitian  yang berada diantara rangkaian  kesatuan tersebut, berusaha untuk menyatukan  kedua  pendekatan tersebut  dengan  melakukan penelitian  terkontrol  didalam kelas khusu  atau  kelas  simulasi, menggunakan siswa, dan meliputi  topic  dan materi  sekolah  yang relevan.
Kedua  jenis  penelitian itu  sangat penting. Penelitian dasar menyajikan  teori  yang menghasilkan implikasi untuk  menyelesaikan masalah-masalah  pendidikan; penelitian terapan  menyajikan data  untuk  mendukung teori, menuntun revisi teori atau memberi  saran pengembangan  pada teori  baru.





Pencarian